Postingan

Menampilkan postingan dari 2017
Menyakitkan sekali setiap kali keputusan yang kita ambil dianggap bodoh oleh orang terdekat. Sekalipun itu adalah keputusan yang sudah kita pikirkan matang-matang dan masih saja dianggap salah. Sakit. Sakit sekali
Siapa yang akan menikah? Aku banyak belajar dari kalian. Tapi kalian bahkan tidak tahu itu Hidup tidak selalu lurus, bukan? Setidaknya kelak, jika terjadi masalah semacam 'ini', aku kan tetap bertahan dengan alasan yang sama seperti saat aku memilih untuk menikah dengannya. Aku tidak cukup kuat untuk bertahan hanya karena alasan gengsi.
Tolong jangan hanya mempedulikan kata-kata oranglain, mereka tidak membantu kita sama sekali. Jangan memperkeruh suasana hanya karna ingin terlihat baik di depan orang yang selalu menghujat. Itu tidak berguna
Maaf sudah mengatakan pembelaan yang menyakitimu. Tapi sungguh, dengan mengetahui posisiku dengan sebenar-benarnya, aku hanya mencoba membantumu melihat dari sudut pandang yang berbeda
Aku sudah meredam lara dengan berpikir bahwa kau hanya malu saja Tapi setelah hari ini, aku tidak lagi bisa.
Jangan bawa perasaan. Itu strategi pembelajaran, bukan kode. Jangan terlihat bodoh hanya karena merasa paling tahu. Move move move!
Ada yang lebih menyedihkan dari sekedar menunggu. Yaitu saling menunggu dan saling tidak tahu
Kamu itu perhatian. Tapi sayang, bukan hanya aku yang kau perhatikan.
Bibir bisa berbohong, tapi hati tidak.
See you when I see you. Sepertinya, Tuhan tahu aku tidak akan bisa mengendalikan perasaanku lebih lama lagi
Ah, aku rindu. Tidak peduli itu akan menyulitkan atau menyenangkan.
Tiba-tiba rindu, kepada siapa pun aku tak tahu. Benar-benar hanya rindu
Rindu sudah seperti candu. Seperti panggilan jiwa untuk mengenang kembali yang pernah ada.
Orang yang gagal, bukan terpuruk karena kecewa. Tetapi menciut karena cibiran. Setidaknya bagiku.
Selamat pagi. Masih rindu? Cobalah mengaku agar dia segera tahu
Jika kamu pelupa, jangan menyesal. Pasti Tuhan punya alasan, agar kamu tidak menjadi pendendam misalnya.